Meterai Rp 10.000 Untuk Apa Aja?

Mulai tahun 2021 meterai Rp 10.000 mulai diberlakukan diseluruh Indonesia menggantikan materai 3000 dan 6000. Lantas bagaimana penggunaannya?
Mulai tahun 2021 meterai Rp 10.000 mulai diberlakukan diseluruh Indonesia menggantikan materai 3000 dan 6000. Lantas bagaimana penggunaannya?

Memasuki tahun 2021, ada kabar mengejutkan seputar nominal meterai di Indonesia. Jika selama ini meterai yang sering digunakan adalah meterai dengan nominal 6000 rupiah, maka di tahun 2021 ini meterai dengan nominal 10.000 rupiah  mulai diberlakukan. Kisaran biaya bea meterai Rp 10.000 ini mulai diedarkan dan disebarluaskan sejak awal tahun 2021 beriringan dengan masa transisi penarikan meterai 6000 rupiah dan 3000 rupiah dari pasaran.

Meterai Rp 10.000
Meterai Rp 10.000

Lantas, dokumen apa saja yang nantinya bakal diwajibkan memakai meterai keluaran terbaru ini? Jawaban lengkapnya akan dijelaskan sebagai berikut.

Masa Transisi Pergantian Meterai Rp 10.000, Bagaimana Nasib Meterai Rp 6000 dan Rp 3000?

Peredaran bea meterai Rp 10.000 baru diberlakukan sejak awal Januari 2021. Artinya, peredaran meterai keluaran baru ini belum tersebar secara rata dan belum bisa dipakai oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, selama masa transisi pergantian meterai ini berlangsung, ada beberapa hal yang wajib Anda ketahui. Karena peredarannya masih belum merata, Anda masih bisa memakai meterai Rp 6000 dan meterai Rp 3000 untuk mengesahkan dokumen-dokumen penting Anda.

Tempelkan meterai Rp 3000 dan meterai Rp 6000 secara berdampingan di berkas dokumen yang Anda perlukan. Dengan begitu, nominalnya akan bernilai hampir sama dengan meterai Rp 10.000.

Daftar Dokumen yang Wajib Memakai Meterai Baru

Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 tahun 2020, beberapa dokumen yang akan dikenai bea meterai Rp 10.000 adalah dokumen-dokumen yang sifatnya perdata atau menjadi alat bukti di pengadilan.

Misalnya surat perjanjian, surat keterangan, akta notaris, surat keterangan, akta tanah, dokumen bukti transaksi, surat berharga, surat lelang, dan dokumen lain yang diwajibkan pemerintah. Penggunaan meterai 10.000 ini juga bisa dipakai sebanyak satu kali per dokumen.

Selama peredaran meterai Rp 10.000 ini belum merata, Anda bisa memakai materai dua meterai dengan nominal Rp 6000 dan Rp 3000 yang ditempelkan dalam satu dokumen. Namun, jika peredaran meterai Rp 10.000 sudah menyebar di tempat tinggal Anda, sebaiknya gunakan materai keluaran terbaru saja.

Tarif tunggal Bea Meterai Rp.10.000 akan diberlakukan mulai 1 Januari 2021. Bea Materai hanya dikenakan untuk dokumen nominal di atas 5 Juta Rupiah, nominal dibawah 5 Juta Rupiah tidak dikenakan bea meterai.

Reffy Elsa Revanda
Umur gue 21 tahun, tinggal di Lampung. Morning person yang suka dengan hal-hal baru. Pernah terlibat diprojek web building, desain grafis, data scientist, dan social media strategist. Sekarang lagi ngerjain projek infopajak.co.id bareng teman-teman.