Mengenal Aturan Pajak Atas Dividen Yang Diterima Investor
Mengenal Aturan Pajak Atas Dividen Yang Diterima Investor

Mengenal Aturan Pajak Atas Dividen Yang Diterima Investor

Sebelum berinvestasi, sebaiknya mempelajari konsep pajak atas dividen yang diterima investor terlebih dahulu. Lantas pajak apa saja yang dikenakan ke investor?
Sebelum berinvestasi, sebaiknya mempelajari konsep pajak atas dividen yang diterima investor terlebih dahulu. Lantas pajak apa saja yang dikenakan ke investor?

Sebelum terjun ke dunia investasi, alangkah baiknya untuk mempelajari konsep pajak atas dividen yang diterima investor terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan masih ada segelintir orang yang belum paham, sehingga terkejut dengan tagihan Pph yang dilayangkan.

Adapun yang dimaksud dengan dividen, yakni penghasilan atau laba yang diperoleh investor. Entah itu investor dalam bentuk pemegang polis asuransi, pemegang saham, maupun instrumen lain yang mendatangkan keuntungan. Sementara pajak dividen dapat diartikan sebagai pemungutan atau pemotongan pajak atas laba yang diperoleh investor dalam kurun waktu tertentu.

Mengenal Aturan Pajak Atas Dividen Yang Diterima Investor
Mengenal Aturan Pajak Atas Dividen Yang Diterima Investor

Peraturan Pajak Atas Dividen Yang Diterima Investor

Pemungutan pajak atas dividen yang diterima investor tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebab, hal tersebut diatur secara resmi oleh undang-undang kenegaraan. Sementara besaran pajak pada setiap investor atau instrumen investasi pun tidak selalu sama. Berikut ketentuan jenis obyek pajak beserta tarif Pph dividen yang saat ini berlaku:

1. Pajak Dividen Berdasarkan PPh Pasal 4 ayat (2)

Berdasarkan Pasal 4 ayat (2), pajak dikenakan atas dividen yang diterima oleh investor perseorangan dalam negeri. Sementara besaran pajak yang dibebankan, yakni sebesar 10% dari penghasilan kotor atau bruto. Peraturan ini bersifat final, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2009.

2. Pajak Dividen Berdasarkan PPh Pasal 23

Berdasarkan Pasal 23, pajak dikenakan atas dividen yang diterima oleh investor dalam negeri yang berbentuk badan usaha tetap atau BUT. Sementara besaran pajak yang dibebankan, yakni sebesar 15% dari penghasilan kotor atau bruto untuk Wajib Pajak ber-NPWP. Bagi investor yang tidak ber-NPWP, pajak PPh yang dibebankan menjadi 30%.

3. Pajak Dividen Berdasarkan PPh Pasal 26

Berbeda dengan dua pasal sebelumnya, PPh Pasal 26 mengatur tentang pajak dividen yang diterima oleh investor di luar negeri. Tak hanya berupa investor perseorangan saja, tetapi juga yang berbentuk BUT. Adapun besaran pajak yang dibebankan, yaitu 20% dari penghasilan kotor atau bruto.

Namun, menurut berita yang dirilis tanggal 1 Februari lalu, besaran pajak atas dividen yang diterima investor luar negeri akan diturunkan. Dari besaran PPh yang semula berada di angka 20% turun menjadi 7.5%. Hal ini bertujuan untuk menarik investor asing, seiring dengan melemahnya IHSG di dalam negeri. Semoga Indonesia segera bangkit dan investasi kembali membaik.

Reffy Elsa Revanda
Umur gue 21 tahun, tinggal di Lampung. Morning person yang suka dengan hal-hal baru. Pernah terlibat diprojek web building, desain grafis, data scientist, dan social media strategist. Sekarang lagi ngerjain projek infopajak.co.id bareng teman-teman.