Rasio Pajak 2020 Cuma Segini
Rasio Pajak 2020 Cuma Segini

Duh, Rasio Pajak 2020 Cuma Segini

Pemerintah merasa masih sangat berat untuk memenuhi kekosongan penerimaan negara dari pajak. Bahkan rasio pajak 2020 hanya dapat berada di angka 8,57%.
Pemerintah merasa masih sangat berat untuk memenuhi kekosongan penerimaan negara dari pajak. Bahkan rasio pajak 2020 hanya dapat berada di angka 8,57%.

Pandemi memang melumpuhkan segala sektor yang ada di dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya masyarakatnya saja yang terdampak, namun pemerintah juga merasa masih sangat berat untuk memenuhi kekosongan penerimaan negara dari pajak. Bahkan rasio pajak 2020 hanya dapat berada di angka 8,57%.

Rasio Pajak 2020 Cuma Segini
Rasio Pajak 2020 Cuma Segini

Dalam kutipan media CNBC Febrio Kacaribu selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal atau BKF memberikan ulasan tentang penerimaan negara yang masih terbilang sangat jauh dari proyeksi pemerintah. Sebab tidak sampai memperoleh Rp 1.669,1 triliun seperti target yang sudah ditetapkan pada APBN 2020.

Febrio juga memaparkan bahwa penerimaan negara tersebut diperkirakan tidak bisa mencapai targetnya. Hal ini mencerminkan bahwa penerimaan pajak serta penerimaan bukan pajak terkena komoditas harga yang cukup rendah. Di sisi penerimaannya pajak di tahun ini akan memungkinkan lebih dari 10%.

Asumsi yang muncul sewaktu ada perpres 72 pertumbuhan dari pajak sendiri mencapai minus 10%. Mungkin saja realisasinya dapat lebih buruk jika dibandingkan dengan angka 10%. Sehingga Indonesia mengalami permasalahan di titik tersebut. Sehingga pengeluarannya haruslah dikelola dengan baik di kedepannya.

Maka dari itu Febrio juga memberikan proyeksinya terhadap rasio pajak 2020 hanya akan mampu berada di titik 8,57% dari PDB. Tentu saja ini lebih rendah daripada postur makro fiskal dari RAPBN di tahun 2020 yang besarnya mencapai 10,57% sampai 11,18%.

Adapun target rasio perpajakan di tahun 2020 tersebut juga masih di bawah dari tax ratio APBN tahun 2019 karena mencapai 12,2% PDB. Dengan begitu Febrio mengatakan bahwa rasio perpajakan yang terjadi pada tahun 2020 menjadi yang paling rendah di dunia dan harus segera reform untuk menaikkan tax ratio.

Indonesia dinilai akan cukup kesulitan dalam mengembalikan resio perpajakan di posisi awal yakni 10,57 sampai 11,18%. Perkiraannya mungkin butuh waktu sekitar 5 tahun lamanya supaya ratioa dapat mencapai ke level double digit.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Febrio, target rasio pajak di tahun 2021 mungkin juga hanya berada di angka 8,39% saja. Hal ini tentu saja lebih rendah dari rasio pajak 2020.

Reffy Elsa Revanda
Umur gue 21 tahun, tinggal di Lampung. Morning person yang suka dengan hal-hal baru. Pernah terlibat diprojek web building, desain grafis, data scientist, dan social media strategist. Sekarang lagi ngerjain projek infopajak.co.id bareng teman-teman.