Begini Cara Mengajukan Insentif Pajak UMKM!

DJP Memberikan Insentif Pajak kepada seluruh UMKM di Indonesia sebagai bentuk bantuan akibat pandemi covid19. Ternyata simpel, begini cara mengajukannya!

Pemerintah memberikan Insentif Pajak akibat pandemi Covid-19 yang merubah seluruh aspek dalam kehidupan kita. Mulai dari ketentuan menggunakan masker saat keluar rumah, metode bekerja dari rumah atau Work From Home, instruksi jaga jarak minimal satu meter, sampai yang lebih luas, berdampak pada kondisi keuangan atau perekonomian seluruh lapisan masyarakat.

Ilustrasi Insentif Pajak
Ilustrasi Insentif Pajak

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-86/PMK.03/2020, masyarakat khususnya UMKM yang terdaftar sebagai Wajib Pajak dengan peredaran bruto tertentu dan dikenai PPh Final berdasarkan PP 23/2018 dapat mengajukan Insentif Pajak yaitu pajak ditanggung oleh pemerintah sampai dengan bulan Desember 2020. Berikut ini ketentuannya:

  1. Wajib Pajak PP 23/2018;
  2. Menyampaikan laporan realisasi secara rutin setiap bulannya paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya melalui laman pajak.go.id.

Apabila Wajib Pajak pelaku UMKM melakukan transaksi dengan bendahara pemerintah atau rekanan yang melakukan pemotongan/pemungutan, silahkan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Wajib Pajak UMKM Menyerahkan fotokopi Surat Keterangan kepada pemotong/pemungut;
  2. Pemotong/pemungut melakukan konfirmasi Surat Keterangan ke laman pajak.go.id pada menu Rumah Konfirmasi Dokumen;
  3. Jika Surat Keterangan telah dikonfirmasi, pemotong/pemungut tidak melakukan pemotongan atau pemungutan PPh pada saat pembayaran.
  4. Atas PPh final ditanggung Pemerintah, pemotong/pemungut pajak wajib membuat SSP/cetakan kode billing yang dibubuhi cap/tulisan “PPh FINAL DITANGGUNG PEMERINTAH EKS PMK NOMOR 86/PMK.03/2020”

Cara melakukan laporan realisasi penerima fasilitas Insentif Pajak yaitu:

  1. Lakukan login pada laman pajak.go.id;
  2. Pilih menu eReporting. Apabila tidak terdapat menu eReporting, silahkan melakukan penambahan akses menu pada profil dengan menyentang eReporting. Setelah itu lakukan login ulang;
  3. Klik menu tambah pelaporan;
  4. Pemilihan jenis pelaporan realisasi baru, lalu pilih PPh Final DTP;
  5. Isikan kode keamanan sesuai permintaan system;
  6. Unduh dan isi laporan realisasi melalui aplikasi excel (perhatikan format penamaan file);
  7. Lakukan validasi macro;
  8. Unggah dokumen Excel Laporan Realisasi.

Jangan lupa untuk memenuhi Kewajiban Wajib Pajak yang memanfaatkan fasilitas Insentif Pajak UMKM, diantaranya:

  1. Menyampaikan laporan realisasi PPh Final ditanggung Pemerintah melalui laman pajak.go.id
  2. Laporan realisasi meliputi PPh terutang atas penghasilan yang diterima/diperoleh WP termasuk transaksi yang dilakukan dengan pemotong/pemungut
  3. Untuk transaksi dengan pemotong atau pemungut, SSP/cetakan kode billing harus dibubuhi cap/tulisan “PPh FINAL DITANGGUNG PEMERINTAH EKS PMK NOMOR 86/PM.03/2020”
  4. Laporan realisasi paling lambat disampaikan tanggal 20 bulan berikutnya.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi KPP terdaftar, Kring Pajak 1500200, atau kunjungi pajak.go.id