Bagaimana Kriteria Pengusaha Di Marketplace yang Kena Pajak?

Pemerintah akan mengelurakan kebijakan bahwa pengusaha di marketplace kena pajak. Namun tidak serta merta semua akan dikenakan pajak. Cek kriteria berikut ini.
Pemerintah akan mengelurakan kebijakan bahwa pengusaha di marketplace kena pajak. Namun tidak serta merta semua akan dikenakan pajak. Cek kriteria berikut ini.

Perlu diketahui, kini ada berita yang wajib diketahui para pengusaha online. Pemerintah akan mengelurakan kebijakan bahwa sekarang pengusaha di marketplace kena pajak. Namun jangan panik, tentunya tidak serta merta semua akan dikenakan pajak.

Ada kriteria yang ditetapkan bagi para pengusaha tersebut. Kriteria seperti apa, di bawah ini akan dikulik secara singkat.

Pengusaha di marketplace kena pajak
Pengusaha di Marketplace Kena Pajak

Kriteria Pengusaha di Marketplace yang Kena Pajak

Nah kriteria apa saja yang dipahami para pelaku usaha, mengenai pemberlakuan pajak ini. Ada beberapa hal yang harus diketahui tentang penetapan pajak pengusaha online di marketplace.

Apa saja? Dapat Anda simak melalui pembahasan singkat di bawah ini. Siapkan catatan agar hal-hal penting tidak terlewat ya.

1. Harus Memiliki NPWP

Sekarang pengusaha di marketplace kena pajak, maka setiap pengusaha akan diminta nomor NPWPnya. Nah bagi yang belum memiliki, Anda bisa mengurusnya. Biasanya sambil NPWP jadi, Anda bisa memberikan nomor NIK saja.

Cara membuat NPWP ini juga gampang, karena sekarang prosesnya dilakukan secara online, tidak perlu ribet lagi.

2. Besaran Pajak Yang harus Dibayarkan Oleh Pelaku Usaha

Untuk besararan pajak harus dibayarkan adalah 0.5% dari pendapatan omzetnya. Pajak penghasilan 0.5% tersebut diberlakukan pada pengusaha yang omzetnya tidak lebih dari 4,8 miliar rupiah.

Nah jika omzetnya lebih dari 4,8 miliar rupiah maka harus membayar kelebihan pajak yaitu PPNnya. Bukan hanya pelaku usaha saja, namun pemberlakukan pajak tersebut juga diberlakukan bagi pemilik platform marketpalce.

Tujuan pemberlakuan pajak ini adalah, agar negara mendapat penghasilan. Namun kebijakan ini juga masih dikaji terus-menerus. Karena ada anggapan dengan pemberlakukan pajak, dapat membunuh usaha kecil yang baru mulai akan berkembang. Maka asosiasi pemilik marketplace juga berusaha melakukan komunikasi dengan pemerintah untuk mencari win-win solution.

Semoga, meski peraturan sekarang pengusaha di marketplace kena pajak, tetap membuat para pengusaha bersemangat jualan. Meski memang terasa memberatkan, semoga akan ada solusi terbaik ke depannya.

Jangan lupa terus berdoa, agar dalam menjalankan usaha senantiasa diberi kelancaran. Semoga pemerintah juga bisa menemukan solusi agar bisa menguntungkan kedua belah pihak baik pelaku usaha maupun negara.

Reffy Elsa Revanda
Umur gue 21 tahun, tinggal di Lampung. Morning person yang suka dengan hal-hal baru. Pernah terlibat diprojek web building, desain grafis, data scientist, dan social media strategist. Sekarang lagi ngerjain projek infopajak.co.id bareng teman-teman.